Sudin Kominfotik Jaksel Latih KIM Buat Konten Media Sosial
Suku Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Jakarta Selatan mengadakan pelatihan kemitraan dengan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di aula Kantor Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
"Penyebarluasan informasi publik"
Kepala Seksi Komunikasi dan Informasi Publik Sudin Kominfotik Jakarta Selatan, Erwin Lobo mengatakan, kegiatan yang mengangkat tema "Trik Membuat Konten Foto dan Video di Media Sosial" tersebut diikuti 30 peserta yang terdiri atas anggota KIM serta admin media sosial kecamatan dan kelurahan.
Jajaran Diskominfotik DKI Perkuat Solidaritas Dalam Lomba HUT Kemerdekaan RI"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, partisipasi, serta kolaborasi masyarakat dalam penyebarluasan informasi publik dengan baik dan benar," ujarnya, Kamis (3/9).
Lobo berharap, para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat lainnya.
"Kami juga berpesan agar nantinya informasi yang dimuat, khususnya di media sosial merupakan informasi yang baik, benar, dan sesuai fakta di lapangan. Jangan sampai informasi hoaks diterima masyarakat," terangnya.
Sementara itu, Wakil Camat Jagakarsa, Siswanto menyebut, keberadaan forum KIM yang diselenggarakan Sudin Kominfotik Jakarta Selatan memberikan dampak positif, terutama di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi melalui media sosial.
"Kami memang sudah mengharapkan adanya edukasi ini karena sangat penting dan diperlukan oleh perangkat wilayah, terutama para lurah, dalam menangani keluhan masyarakat serta menyampaikan informasi mengenai program-program kelurahan kepada warga," ucapnya.
Siswanto menuturkan, edukasi dan pembelajaran mengenai pengelolaan informasi diperlukan agar perangkat wilayah mampu menyampaikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam sektor pelayanan, lanjut Siswanto, forum KIM juga dapat menjadi salah satu media pendukung. Terlebih, di era digital penyampaian informasi pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan lebih cepat.
"Semoga program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan terus berkembang untuk mendorong rekan-rekan agar lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial," tandasnya.